Maisy sendiri tidak menyadarinya. Dashiel menarik kembali tatapannya, lalu berkata, "Buka saja. Aku akan sangat mendukungmu. Kalau kurang modal, aku ada sedikit di sini, 200 juta.""Baru dapat komisi sudah mau dipakai?" tanya Maisy."Belum," kata Dashiel. "Harus tunggu dana masuk. Ini tabunganku beberapa tahun ini. Uang modal nikah sebenarnya. Tapi istriku masih kecil, masih TK. Kamu pakai dulu saja, aku nggak terburu-buru.""Istrimu masih TK?" Maisy penasaran."Bukan benaran kok," kata Dashiel. "Maksudku, yang umur 20 nggak mau nikah denganku, yang umur 10 juga nggak mau. Jadi, aku berencana cari yang kecil buat dibina."Sambil berkata begitu, dia bahkan menggulung lengan bajunya. "Nggak percaya ya?""Eee ...." Sebelum dia selesai berbicara, Maisy sudah tertawa terbahak-bahak.Tatapan Dashiel kembali seperti tikus yang menyelinap ke dalam kerah bajunya.Kali ini Maisy menyadarinya, meliriknya sekilas, lalu menekan kerah bajunya.Dashiel menjadi agak canggung, "Jadi, Guru, buka saja to
Mehr lesen