Meskipun palu hakim belum resmi diketuk untuk keputusan akhir, tapi kemana arah angin akan berhembus dalam ruang sidang tadi sudah terasa.Wira Aditama keluar dengan langkah gontai, tampak seperti pria yang baru saja kehilangan arah hidupnya. Kemenangan telak berada di pihak Hesti.Saat Sofia, Hesti, dan Bara melangkah keluar menuju selasar pengadilan, sosok jangkung Riga sudah berdiri menyandar di mobilnya. Ia segera menghampiri mereka.“Bagaimana jalannya sidang?” tanya Riga pendek, matanya langsung tertuju pada Sofia sebelum beralih ke Hesti.“Lancar, semua terkendali,” jawab Hesti dengan guratan lega di wajahnya.Riga mengangguk, lalu dengan nada yang tenang namun sarat otoritas, ia berkata, “Kalau Mama sudah tidak sabar menunggu proses yang bertele-tele, aku bisa menemui hakimnya sekarang juga agar semua cepat selesai.”Hesti terkekeh pelan sambil menggeleng. “Cukup Bara yang membantu, Riga. Dia sangat profesional di bidang ini, aku mempercayainya.”Riga melirik Bara dengan senyu
Read more