Di lantai penthouse yang megah, Riga berdiri mematung di balik kaca jendela raksasa yang menyajikan panorama kota yang mulai menggeliat.Jubah mandi tersampir longgar di tubuh Riga, membiarkan udara pagi yang dingin menggigit kulitnya. Tapi, rasa dingin itu tak sebanding dengan kekosongan yang menjalar di relung hatinya.Baru satu malam Sofia tidak berada di sampingnya, Riga merasa dunianya kehilangan poros. Meski Hesti telah memberinya jaminan, kegelisahan pria itu belum juga surut.Riga meraih ponselnya, jemarinya bergerak cepat menghubungi Gerry, orang kepercayaannya.“Bagaimana kabar Sofia sekarang?” tanya Riga tanpa basa-basi setelah panggilam terhubung. Suaranya rendah, nyaris seperti geraman tertahan.“Sejauh ini semua aman, Tuan,” jawab Gerry dari seberang sana.“Di mana posisinya.” Riga ingin memastikan.“Mobil Bu Sofia sedang menuju ke arah Nexus, beliau sudah mulai beraktivitas. Sepertinya Bu Sofia menjunjung tinggi profesionalme,” jawab Gerry.” jawab Gerry.Seketika, keteg
続きを読む