Pintu apartemen terbuka dengan pelan, membawa sosok Sofia yang tampak rapuh. Di kepalanya, ia sudah menyusun kalimat demi kalimat untuk menjelaskan pengakuan Hesti, berharap mampu memperbaiki hubungan mereka. Tapi Sofia langsung membeku saat melihat Riga tidak menyambutnya dengan pelukan hangat seperti biasanya. Suaminya berdiri tegak di tengah ruang tengah, rahangnya mengeras hingga otot-otot lehernya menonjol. Tatapan matanya yang biasanya teduh kini berubah menjadi tajam, dingin, dan penuh dengan kobaran amarah yang mengerikan. Sesuatu yang tidak pernah Sofia lihat sebelumnya. "Ga, ada hal yang sangat penting yang harus kita bicarakan," ucap Sofia dengan suara bergetar, ia melangkah mendekat dengan tatapan penuh penyesalan. Di masa lalu mamanya telah membuat kekacauan, dan kini Sofia harus menyelesaikannya. "Hal penting?" Suara Riga terdengar rendah namun menusuk, seperti ada bagai yang dia pendam. "Ga, kau kenapa? Jangan menatapku seperti itu," bisik Sofia, mulai merasa tak
Read more