"Bukti ini terlalu sempurna, Nyonya Penasihat. Tapi sekaligus... terlalu berbahaya untuk dipegang." Roselina tersenyum tipis mendengar gumaman ksatria pribadinya. Di bawah cahaya lampu kristal yang temaram, ia membalik lembaran buku bersampul kulit hitam itu dengan hati-hati. Deretan angka, rute koordinat patroli yang dikosongkan, hingga stempel sihir darah Vaelia tercetak jelas di sana. "Kau benar, Ishaq. Jenderal itu benar-benar menjual titik buta pertahanan Ocean ke Kerajaan Hilles," ucap Roselina, matanya berkilat puas. "Dengan bukti sejelas ini, riwayatnya di militer bisa langsung hancur." Namun, senyum Roselina perlahan memudar seiring dengan helaan napasnya yang berat. Ia menutup buku itu dan menyandarkan punggungnya ke kursi. "Tapi aku tidak bisa langsung memberikan buku ini kepada Yang Mulia Kaelan," gumam Roselina frustrasi. "Buku ini didapatkan Elias dengan cara mencurinya diam-diam dari brankas Faksi Barat. Jika aku menyerahkannya sekarang, Elias akan langsung dituduh
Read more