"Bukan menolak, Nyonya..." napas Ishaq tersengal ngeri, wajahnya pucat pasi. "Pusaka Jantung Samudera di dalam sana tiba-tiba bersinar menyilaukan!" Mendengar laporan itu, jantung Roselina seakan berhenti berdetak. Tanpa membuang waktu satu detik pun, gadis itu langsung berlari meninggalkan ruang sidang yang masih kacau, mengabaikan teriakan para dewan faksi tua. Pangeran Valerion, Lady Calyspho, dan Jenderal Zepriyn segera menyusul di belakangnya, berlari menyusuri lorong panjang istana menuju ruang bawah tanah. Hawa dingin yang sangat tidak wajar langsung menyergap kulit mereka begitu menuruni anak tangga batu menuju brankas pusaka. Di depan pintu besi raksasa berukir segel Ratu Alexandria, belasan ksatria bayangan tingkat tinggi yang bertugas menjaga tempat itu tampak gemetar. Tangan mereka mencengkeram gagang pedang dengan buku-buku jari memutih, menatap ngeri ke arah celah pintu. "Apa yang terjadi di sini?!" tuntut Valerion dengan bariton yang menggema, auranya meneka
Read more