"Aku benar-benar tidak menyangka... Ocean akan retak sedalam dan sebusuk ini dari dalam, Kaelan." Suara Pangeran Valerion memecah ketegangan di dalam ruang kerja Raja keesokan paginya. Pangeran muda itu mengusap wajahnya dengan kasar, tampak sangat frustrasi. Di sebelahnya, Lady Calyspho duduk diam dengan wajah pucat, masih mencerna rentetan kejadian gila semalam. Kaelan berdiri di depan jendela besar, menatap hamparan istana dengan mata safir yang menyala redup oleh amarah yang tertahan. "Jika perkamen yang dicuri bajingan tua itu memang kunci segalanya," lanjut Valerion sambil mengepalkan tangan, "biarkan aku memimpin divisi pasukan khusus hari ini juga. Aku akan memburu Caspian sampai ke ujung perbatasan dan menyeret lehernya kemari." "Jangan." Satu kata tegas itu menghentikan langkah Valerion. Seluruh mata di ruangan itu menoleh ke arah meja strategi, tempat Roselina berdiri sambil menatap peta wilayah Ocean. "Jangan buang nyawamu secara cuma-cuma, Pangeran Valerion," ucap
Read more