“Eh ya ampun! Kamu mau ngapain sih, Sayang?” Mata Nayla melebar panik karena melihat seringai jahil di wajah suaminya.Namun Naufal justru tertawa pelan sambil mendekatkan bibirnya ke telinga Nayla.“Tenang aja, Sayang. Aku cuma mau mama berhenti ganggu kita,” bisiknya dengan suara rendah.“Naufal, jangan macam-macam!” Nayla langsung mencubit lengan pria itu malu setengah mati.“Aku nggak macam-macam kok. Aku satu macam doang," sahutnya lagi.“Kamu ih, tatapannya mencurigakan banget." Mata Nayla memicing curiga.Tok! Tok! Tok!“Naufal, Nayla? Kalian sudah tidur? Nggak makan malam dulu?” suara Rianti terdengar lagi dari balik pintu.Naufal kembali melirik Nayla, dan ia malah semakin terhibur melihat wajah istrinya yang sudah merah padam. Bukannya merespon mamanya di luar pintu, dokter tampan itu justru memeluk pinggang Nayla erat sampai tubuh mereka saling menempel.Dengan rakus dan sedikit kasar, ia sengaja mengecup leher Nayla cukup keras hingga membuat sang istri refleks mendesah p
Last Updated : 2026-05-25 Read more