Pagi itu, Caleb datang lebih awal ke kantor. Kemarin, ia sudah meminta Roland untuk membuat janji dengan Royal Magazine. “Selamat pagi, Pak Caleb.”“Pagi.”Jawaban santai itu langsung membuat resepsionis nyaris salah menjatuhkan tablet di tangannya. Jarang sekali Caleb mau menjawab sapaan karyawan. Biasanya dia hanya mengangguk.Caleb terus berjalan dengan langkah tetap tenang, tegak, terlalu berkarisma untuk seseorang yang baru beberapa hari lalu masih menggunakan tongkat.Yeah, kakinya sudah pulih.Tatapan matanya sesekali turun ke layar ponsel. Tidak ada pesan dari Aurelia..Sudut bibirnya malah naik sedikit.“Jadi benar-benar tidak mencariku sama sekali,” gumamnya pelan.Sejak meninggalkan wanita itu di bandara kemarin, kepalanya justru terlalu sering dipenuhi wajah kesal Aurelia. Cara wanita itu melotot. Cara bibirnya mengerucut saat marah. Cara dia selalu mencoba menjaga jarak, sambil terus datang setiap kali Caleb memanggilnya.Dan yang paling mengganggu, cara Aurelia langsun
최신 업데이트 : 2026-05-25 더 보기