Share

Ayo Main, Maxi

Penulis: Shinee
last update Tanggal publikasi: 2026-05-30 09:08:44

Sore hari, Caleb kembali mengunjungi gedung Royal Magazine. Wawancara yang tertunda harus diselesaikan hari itu juga. Setidaknya itu alasan yang ia berikan pada Roland.

Alasan yang cukup masuk akal. Meski Roland jelas tidak mempercayainya.

Mobil Caleb berbelok memasuki area parkir. Tangannya baru saja memutar kemudi saat sesuatu di sisi kiri menarik perhatiannya.

Sebuah taman kecil. Dan seorang bocah. Kening Caleb langsung berkerut. Maxi.

Bocah itu sedang berdiri di lapangan rumput mini sambil
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Kita Akan Menikmati

    "Kami pergi dulu," Caleb berpamitan pada Aurelia setelah membantu wanita itu turun ke lantai bawah."Ya. Hati-hati.""Tunggu aku."Aurelia mengerutkan dahinya, "kenapa aku harus menunggumu.""Kita dalam masa bulan madu, kita harus menikmatinya.""Aku tidak tahu apa yang harus dinikmati.""Memangnya kau mau menikmati apa?" kelakar Caleb dengan tatapan menggoda.Aurelia mendelik kesal. Ia kemudian meminta Maxi mendekat. "Semoga sekolah barumu menyenangkan, Sayang.""Bye, Ibu." Maxi memeluk dan mendaratkan kecupan di pipinya."Jangan banyak bergerak," Caleb ikut mengecup pipinya. Tubuhnya langsung tegang. "Kakimu masih harus diistirahatkan. Aku langsung pulang setelah mengantar Maxi. Selama aku pergi, pikirkan apa yang akan kita lakukan nanti."Mengabaikan wajah Aurelia yang terpaku, Caleb dan Maxi segera pergi. "Tuan Caleb manis sekali."Aurelia tersentak. Dia menoleh ke belakang dan menemukan Noer, pengasuh Maxi."Dia menyebalkan Noer.""Wajah Ibu sampai tersipu begitu.""Noer..." ia

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Tuan Sempurna Yang Menyebalkan

    "Selamat pagi."​Suara bariton Caleb yang berat menyambut Aurelia begitu kelopak matanya terbuka. Pria itu sudah memosisikan tubuhnya bertumpu pada siku, menatap Aurelia dari atas dengan intensitas yang tak berkurang sedikit pun dari semalam.Jantung itu berulah lagi. Aurelia berharap Caleb tidak mendengarnya. Caleb sudah mandi. Wanginya sangat merusak akal sehat. Dan apa-apaan ini? Kenapa Caleb tidak pakai atasan? Mau pamer otot?Sial! Dia tampan sekali pagi ini. "Tidurmu nyenyak?"​Aurelia menarik selimut lebih tinggi, menutupi dadanya. "Ya, lumayan." Sinar matahari pagi menembus celah gorden, menyoroti garis rahang Caleb yang tegas. Tangannya gatal ingin menyentuhnya. Bagaimana bisa ia tetap tampan seperti dulu meski puluhan tahun sudah berlalu!"Senang mendengarnya."​"Aku harus melihat Maxi," ujar Aurelia, berusaha mengabaikan lengan kokoh Caleb yang masih melingkar protektif di pinggangnya.​"Maxi masih tidur," balas Caleb datar. Jemarinya bergerak menyingkirkan anak rambut d

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Jangan Menyangkal

    "Kau pikir pura-pura tidur bisa menghapus fakta bahwa kau bergetar saat kusentuh?"​Bisikan tajam Caleb menghantam tengkuk Aurelia, meruntuhkan seluruh pertahanan yang baru saja coba dibangunnya. Aurelia membuka mata lebar-lebar di balik kegelapan. Ia tidak bergerak sedikit pun, membiarkan tubuhnya tetap membelakangi pria itu.​"Tidur, Caleb," tegur Aurelia dingin, suaranya berusaha dipacu agar tidak gemetar. Kenyataannya, sentuhan pria itu- sekecil apa pun, selalu berhasil membuat tubuhnya bereaksi. ​Caleb justru mengikis jarak, merebahkan tubuhnya melintang tepat di samping Aurelia. Lengan kokohnya melingkar mantap di pinggang wanita itu, menarik punggung ramping Aurelia hingga menempel erat pada dada bidangnya.​Aurelia bergerak gelisah, berusaha melepas ikatan tangan itu. "Lepaskan."​"Bicara padaku tanpa bersembunyi," perintah Caleb datar. Ibu jarinya merayap naik, mengusap pinggang Aurelia di balik gaunnya yang longgar. "Apa kau sungguh akan menerima bantuan pria itu untuk kau

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Aku Lelah, Caleb

    ​"Jangan memaksakan diri jika kakimu sudah tidak sanggup menapak."​Suara berat Caleb memecah keheningan kamar utama yang temaram. Aurelia meringis pelan, meremas pinggiran gaunnya saat rasa nyeri yang tajam menusuk tumit. Tadi, saat ia terburu-buru menaiki anak tangga kayu setelah dari dapur, hak tinggi stiletto-nya tersangkut pada selimut tipis Maxi yang menjuntai dari lantai dua. Pijakannya meleset, pergelangan kakinya terputar hebat, dan tubuhnya hampir terjerembab ke belakang sebelum lengan kokoh Caleb melingkar cepat di pinggangnya.​Tanpa Nenek Moren dan Maya di rumah ini, koridor dan setiap sudut ruangan terasa jauh lebih tenang. Namun, keberadaan Caleb yang mendominasi justru membuat udara di dalam kamar terasa makin sempit dan menghimpit.​"Aku hanya terkilir sedikit, Caleb. Lepaskan," bisik Aurelia, mencoba mendorong dada bidang pria itu.​Caleb mengabaikan protes tersebut. Pria itu mengangkat tubuh Aurelia tanpa usaha berarti, membawanya melangkah menuju tempat tidur beru

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Ayo Pulang

    "Aku tidak melihat alasan kenapa Aurelia harus menerima dana dari luar saat Hamilton Group punya divisi investasi sendiri." Caleb menatap Nathaeil dengan penuh intimidasi.​"Tapi aset dan keputusan bisnis Reid Corp jauh lebih fleksibel tanpa campur tangan keluarga besarmu, Caleb," sahut Nathaneil tenang, membalas tatapan mengintimidasi itu tanpa gentar sedikit pun. "Aurelia butuh kebebasan karya, bukan?"​Aurelia bangkit dari kursinya dengan wajah memerah tahan amarah. Ia tidak bisa mentolerir cara kedua pria ini berdebat seolah dirinya adalah objek perlombaan.​"Cukup!" pangkas Aurelia keras, menepis pelan tangan Caleb di kursinya. "Ini studioku, dan ini urusan bisnisku! Jangan bertindak seolah kalian berhak menentukan apa yang terbaik untukku!"​Caleb berbalik menatap Aurelia. Datar, tanpa ekspresi, namun urat di lehernya menegang. "Kau mau menerima tawaran dari pria yang secara terbuka mengincar posisi di sampingmu?"​"Aku menerima kesempatan untuk berdiri di atas kakiku sendiri!"

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Istriku Urusanku!

    Aurelia tiba di studio. Melihat kedatangannya, Nathaneil menyambutnya dengan senyum ramah."Aku tidak tahu sepupumu Mora bekerja dengan Caleb."Kening Nathaneil sejenak berkerut untuk mencerna ucapan tersebut."Mora.""Oh." Barulah Nathaneil paham. "Aku tidak tahu. Dia menyulitkanmu."Aurelia menghempaskan tubuhnya di kursi. "Tidak. Aku hanya merasa dunia ini sempit. Keduanya terlihat berteman baik.""Kau cemburu," goda Nathaneil, seraya menarik kursi di depan Aurelia. Aurelia berdecak, lalu menghembuskan napas panjang seraya memendarkan pandangan ke studio miliknya. Mimpi dan harapannya."Ada apa? Caramu bernapas seolah beban dunia ada di pundakmu."Aurelia menggigit bibirnya. Ia butuh teman cerita. Tapi Nathaneil bukan orangnya, meski ia tahu pria di hadapanny ini sangat baik dan bijak."Kau tidak bekerja?" Lihat, Nathaneil peka sekali bukan? Melihat Aurelia tidak nyaman dengan pertanyaannya, dia segera mengalihkan topik."Aku mengambil cuti," gumamnya. Tepatnya, Caleb lah yang men

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Pria Itu Caleb

    Aurelia bersenandung riang di kamar mandi. Terlihat jika suasana hatinya sedang bagus. Aurelia keluar dari kamar mandi dan dirinya langsung disambut oleh senyuman hangat yang begitu menawan dari seorang laki-laki yang menatapnya penuh kagum. Yang membuat dunianya penuh warna selama lima tahun bela

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Selamat Tinggal

    Aureli merasakan sesuatu yang berat menimpa perutnya. Perlahan ia membuka mata. Rasa pusing menyerang. Ia memejamkan matanya lagi. Namun saat hidungnya mencium aroma yang tidak asing, nyawanya terkumpul sepenuhnya.Dia menoleh ke samping, matanya seketika membeliak setelah menyadari kondisi mereka.

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Berhenti Berulah, Aureli

    Tanah masih basah saat sekop terakhir meninggalkan gundukan itu. Aurelia berdiri terpaku di depan pusara. Kakinya terasa mati rasa. Dadanya sesak, seperti ada sesuatu yang menekan dari dalam, menghimpit setiap tarikan napas yang ia coba ambil. “Cas…” suaranya pecah lagi. Tangannya gemetar saat me

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Bip Panjang

    “Cas…?”Suara Aurelia pecah saat melihat Clarissa pingsan. “Clarissa!” Caleb mengguncang bahunya pelan. “Buka matamu.”Tidak ada respons. Aurelia sudah menangis. “Kita harus bawa dia ke rumah sakit!”Caleb tidak membuang waktu. Ia mengangkat tubuh istrinya ke dalam gendongan.Beberapa menit kemudi

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status