"Aku melihat Tn. Hamilton mengantarmu." Tiba-tiba saja Barbara sudah ada di belakangnya."Aku belum pernah menemukan pria semenyebalkan itu." Akhirnya Aurelia meluapkan semua kekesalannya pada sahabatnya itu. "Jadi, dia ingin kalian tinggal bersama?""Lebih gila dari itu." Aurelia memutar bola matanya. "Aku tidak mengerti apa yang merasuki otaknya.""Tentu saja kau," kelakar Barbara dengan nada nakal. Aurelia melotot padanya. "Entah bagaimana yang ada di dalam pikiranku, dia melakukan ini karena dia mencintaimu.""Kau gila!!" Aurelia langsung geleng-geleng kepala. "Caleb si brengsek itu, menyukaiku? Yang benar saja.""Kau ingin mengatakan dia membencimu." Barbara mendorong pintu dan tanpa dikomando, mereka sama-sama duduk di sofa. Berhadapan."Kami memang saling membenci."Barbara tersenyum simpul. "Kau yakin kau membencinya, Aurel?""Barbara jangan membuatku makin jengkel." Aurelia melotot pada temannya itu. Barbara tersenyum penuh arti, membuat Aurelia nyaris mengerang frustasi.
Read more