Sebelum tubuh renta itu benar-benar kehilangan keseimbangan, Aldrick bergerak secepat kilat. Dalam sekejap, ia sudah berada di sisi sang nenek, menopang kedua bahunya dengan hati-hati agar wanita tua itu tidak terjatuh."Hati-hati, Nek," ucapnya pelan, tetap mempertahankan nada hormat meski sorot matanya dipenuhi kewaspadaan.Sang nenek sempat memejamkan mata, menarik napas panjang beberapa kali seolah berusaha meredakan guncangan yang mengguncang batinnya. Jemarinya yang keriput tanpa sadar mencengkeram lengan Aldrick cukup erat sebelum perlahan mengendur kembali."Terima kasih," bisiknya lirih, suaranya nyaris tak terdengar."Nenek!" Fay segera berlari menghampiri dengan kepanikan yang memuncak.Ia memegang kedua lengan neneknya, mencoba memberikan kekuatan yang ia miliki."Nenek nggak apa-apa? Tolong lihat Fay, Nek."Wanita tua itu menganggukkan kepala pelan."Tenang saja, Fay. Nenek nggak apa-apa," bisiknya lembut, berusaha menenangkan sang cucu meskipun suaranya masih terdenga
Read more