Beberapa bulan lalu, pria itu pernah menyapaku di depan rumah nenek. Saat itu aku sedang berdiri sendirian di halaman.Aku masih ingat jelas bagaimana ia menyapaku untuk pertama kalinya."Lho, ini Fay, kan? Yang sering ke sini waktu libur sekolah dulu?" tanyanya sembari tersenyum lebar. "Wah, sekarang sudah besar saja, sudah jadi wanita dewasa yang cantik."Aku sempat tertegun, berusaha mengingat siapa dirinya, tetapi gagal. Pada akhirnya, aku hanya membalas dengan senyum sopan."Iya, Paman. Saya Fay.""Lama sekali nggak main ke sini, ya. Senang melihatmu kembali menemani nenekmu," katanya lagi sebelum berpamitan dan melanjutkan perjalanannya.Percakapan itu memang singkat, tetapi terasa hangat. Aku bahkan masih ingat bagaimana perasaanku saat itu. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, aku merasa senang karena masih ada seseorang yang mengingatku sebagai Fay kecil yang dulu sering datang ke rumah nenek.Dan yang lebih penting ... saat itu perutku masih rata.Kini aku melihat wa
Read more