Leo meremas tiga helai pucuk teh liar itu di telapak tangannya. Cairan hijau pekat menetes dari sela jarinya membasahi tanah perkebunan."Bantu aku menekan dada bapakmu, Sekar," perintah Leo cepat. Ia meneteskan getah daun itu lurus ke bawah lidah ayah Sekar.Kejang di tubuh pria paruh baya itu mereda dalam tiga detik. Garis hitam di lehernya berhenti menyebar, tapi sama sekali tidak memudar."Daun ini hanya menunda efek pembusukan," ucap Leo. Ia berdiri dan berbalik menatap Ayu. "Telepon Pak Joko. Bawa semua armada truk kemari dan angkut mereka ke puskesmas sekarang.""Laksanakan, Tuan Leo," jawab Ayu. Tangannya sibuk menekan layar ponselnya.Pria bertato kalajengking di atas bukit mendecih kesal. Ia memasukkan botol kaca itu kembali ke dalam jaket kulitnya."Bawa mereka ke fasilitas mewahmu, Dokter!" teriak pria bertato dari kejauhan. "Kami akan datang menagih bayaran saat kalian semua putus asa!"Pria bertopi hitam memutar badannya. Kedua pembunuh bayaran itu berjalan menuruni buki
Last Updated : 2026-05-17 Read more