Leo melangkah melewati bingkai pintu ruang VIP. Pak Joko menyalakan senter, menyorot jalan setapak menuju bukit di belakang puskesmas."Tunjukkan lokasinya," perintah Leo menuruni anak tangga semen.Mereka berjalan menembus kegelapan kebun teh. Suara gesekan daun terdengar saat sepatu bot Pak Joko membuka jalan.Suhu merosot tajam menyentuh kulit. Uap putih mengepul dari balik celah tebing batu setinggi lima meter di depan mereka.Pak Joko mengarahkan sinar senternya ke dasar tebing. Air mendidih keluar dari retakan batu, membentuk genangan alami."Debit airnya sangat stabil, Tuan Leo," lapor Pak Joko menunjuk kubangan itu. "Suhunya pas untuk merebus telur matang."Leo berjongkok di pinggir genangan. Ia mencelupkan dua jarinya ke dalam air panas tersebut.Kandungan belerang murni menyengat penciumannya. Mineral alami ini sangat bagus untuk memulihkan jaringan saraf yang rusak."Berapa banyak pekerja bangunan yang menganggur di desa minggu ini?" tanya Leo berdiri menepuk tangannya."Ad
Last Updated : 2026-05-20 Read more