Sinar mentari pagi mengusir sisa-sisa dingin di ruang istirahat klinik darurat. Leonardo Xaverius melangkah keluar dengan kemeja linen yang melekat pas di tubuh kekarnya, memancarkan wibawa absolut seorang penguasa yang baru saja memuaskan hasratnya.Di belakang sang dewa bedah, Ayu menunduk patuh. Gadis berhijab itu memeluk tas medisnya dengan rona merah yang masih menghiasi wajah cantiknya."Pastikan suplai herbal penetralisir untuk para korban Lereng Timur tetap terjaga hari ini, Ayu," perintah Leo mutlak tanpa menoleh sedikit pun."Siap, Tuan Leonardo. Saya akan mengawasi mereka tanpa henti," jawab Ayu lembut, suaranya dipenuhi ketundukan penuh sebagai abdi setia.Leo mengangguk pelan, lalu melangkah menuju area proyek di sisi barat desa. Namun, alih-alih disambut oleh deru bising ekskavator dan pekerja yang sibuk, suasana pagi itu justru hening. Ratusan pemuda desa hanya duduk-duduk di atas gundukan tanah galian dengan wajah tegang dan tangan mengepal."Ada apa ini, Sekar? Kenapa
Last Updated : 2026-05-13 Read more