Melody sudah bersiap dengan tangan yang mengepal, matanya menatap tajam ke arah Damien, menunggu detik di mana mereka akan mengadu keberuntungan. Namun, bukannya ikut mengambil posisi, Damien justru melipat kedua tangannya di depan dada dengan tenang. Tatapannya lurus, dingin namun penuh dengan prinsip yang tak tergoyahkan."Tidak perlu suit, My Honey," ujar Damien lembut.Melody menurunkan tangannya, keningnya mengernyit bingung. "Kenapa? Kamu takut kalah?"Damien menggeleng pelan. Ia melangkah mendekati tumpukan kado yang menggunung itu, lalu menyapu pandangannya ke seluruh sudut ruangan sambil menghela napas panjang."Bukan soal kalah atau menang. Ini soal integritas," jawab Damien tegas. "Kita sudah menulis dengan jelas di kartu suvenir bahwa kita tidak mengharapkan hadiah dalam bentuk apa pun. Jika kita mulai menyortir, menyimpan yang kita suka, dan membuang atau menyumbangkan sisanya, di mana letak harga diri dari janji kita?"Ia menoleh kembali ke arah Melody, suaranya melunak
Read more