Mobil melaju pelan meninggalkan halaman sekolah.Di kursi belakang, Risa duduk sambil menggoyang-goyangkan kakinya. Wajahnya terlihat serius, tapi hanya beberapa detik.Setelah itu “Mbak Tari.”Tari yang duduk di depan langsung menoleh sedikit.“Iya, Nona Risa?”“Aku mau ketemu papaku.”Nada suaranya santai. Seolah baru saja bilang mau beli permen.Tari dan sopir di depan saling melirik.Sopirnya, Pak Ahmad mengangkat alis pelan.Tari berdehem kecil.“Papa yang mana, Nona Risa?”Risa langsung melirik tajam.“Ya papa aku lah, Mbak. Masa papa tetangga.”Pak Ahmad hampir tersedak.“Iya maksud Mbak Tari.” lanjut Tari hati-hati, “…yang kemarin itu?”Risa langsung mengangguk cepat.“Iya! Yang itu!”Tanpa basa-basi, Risa meraih tas kecilnya, lalu mengeluarkan ponsel.“Untung aku tinggalin di mobil. Kalau di sekolah pasti disita,” gumamnya.Ia langsung menekan nomor.Satu kali.Tidak diangkat.Risa mengerutkan kening.“Ini papa aku sibuk banget ya, baru juga punya anak langsung lupa.”Tari me
Last Updated : 2026-05-10 Read more