Area parkir hotel mulai semakin sepi.Suara kendaraan dari jalan utama terdengar samar di kejauhan, sementara lampu-lampu gedung memantul redup di permukaan motor Gilang.Namun di antara mereka, suasana justru terasa semakin berat.Gilang masih berdiri bersandar pada motornya.Tatapannya lurus pada Naya.Tenang.Terlalu tenang.“Kalau memang punya suami,” tanyanya akhirnya, “kenapa cari orang lain untuk berpura-pura?”Naya tidak langsung menjawab.Tatapannya turun pelan.“Kenapa tidak cari suamimu saja?”Sunyi.Pertanyaan itu sederhana.Namun entah kenapa menghantam tepat ke tempat yang paling sakit.Naya mencoba membuka mulut.Namun tidak ada suara keluar.Dadanya tiba-tiba terasa sesak.Dan sebelum sempat ia tahan air matanya jatuh.Satu tetes.Lalu satu lagi.Naya langsung memalingkan wajah cepat.Kaget pada dirinya sendiri.Ia bahkan tidak sadar sejak kapan matanya mulai panas.Gilang terdiam.Tatapannya berubah samar.Bukan lembut.Namun jelas tidak sedingin tadi.Untuk pertama k
Last Updated : 2026-05-26 Read more