Setelah kekacauan panjang akibat para preman tadi, para dokter dan perawat tampak seperti baru saja keluar dari medan perang. Beberapa duduk bersandar, ada yang mengusap wajah dengan lelah, ada yang langsung meneguk air tanpa bicara.Anaya melepas sarung tangannya perlahan.Belum sempat ia beranjak, seorang dokter senior mendekat. Wajahnya yang tadi kaku kini jauh lebih lunak.“Dokter Anaya.”Anaya menoleh.“Iya, Dok?”Dokter itu tersenyum tipis.“Tadi … bagus.” Singkat. Tapi cukup.Anaya hanya mengangguk sopan.“Terima kasih.”Beberapa perawat ikut mendekat.“Dokter berani banget tadi.”“Iya, biasanya kalau sudah begini kami semua mundur dulu.”“Serius, aku sampai gemetar tadi!"Anaya tersenyum kecil.“Kalau kita mundur, mereka bisa tambah rusuh.”“Kalau kita maju, kita bisa kena pukul,” sahut salah satu perawat setengah bercanda.“Ya berarti maj
Last Updated : 2026-04-18 Read more