Pagi itu, rumah besar itu tidak lagi terasa sunyi.Dari ruang makan, suara sendok beradu dengan piring terdengar lebih keras dari biasanya. Bukan karena ramai, tapi karena suasana yang terlalu tegang untuk disebut nyaman.Eyang Wulan sudah duduk di kursi utama. Sikapnya tenang, tapi sorot matanya mengawasi.Di seberangnya, Clara duduk dengan anggun. Secangkir teh di tangannya, namun bibirnya sibuk membentuk senyum tipis yang sulit diartikan.Anaya datang sedikit terlambat.Langkahnya pelan. Wajahnya masih terlihat lelah setelah perjalanan panjang semalam. Ia duduk tanpa banyak bicara, hanya mengangguk kecil sebagai salam.Pelayan pun segera menyajikan sarapan.Untuk beberapa saat, suasana terasa normal. Hingga Clara meletakkan cangkirnya dengan pelan."Aku dengar sesuatu yang cukup menarik semalam."Tidak ada yang langsung menanggapi. Namun nada suaranya sudah cukup membuat udara berubah.Anaya
Last Updated : 2026-04-17 Read more