Udara di ruang bawah tanah yang gelap terasa lembap dan penuh dengan bau tanah liat basah serta lilin yang hampir padam. Patih Prabu Kala berdiri di depan meja kayu besar yang sudah lapuk akibat usia dan kelembapan, matanya menyala api saat menatap peta kuno yang terpampang di atasnya. Lima pembesar kerajaan yang telah dia rekrut duduk melingkar di sekelilingnya, wajah mereka penuh dengan kerinduan akan kekuasaan dan kekhawatiran yang tersembunyi. “Sekarang kamu semua sudah tahu apa yang saya ketahui,” ujar Patih Kala dengan suara yang dalam dan menenangkan, namun penuh dengan dominasi. “Batu Akar Raja bukan sekadar legenda – ia benar-benar ada, dan kekuatannya bisa mengubah takdir kerajaan kita. Raden Jayaningrat telah mengetahui rahasia tersebut, bahkan mungkin sudah mendapatkan petunjuk tentang lokasinya dari Mbah Ki Semar dan penyihir alam itu, Shinta Sari.” Salah satu pembesar, Tumenggung Wijaya, yang dikenal sebagai orang yang selalu haus akan kekayaan, mendongak dengan tatapan
Dernière mise à jour : 2026-03-13 Read More