"Kamu benar-benar tidak masuk akal, Kael," cetus Althea seraya menunjuk dua van medis yang stafnya mulai mengangkut boks-boks peralatan khusus menuju lift belakang. "Rumah sakit cuma berjarak lima belas menit dari sini. Untuk apa memasang semua alat darurat ini di lantai dua?" Kael tidak melepaskan rangkulannya di pinggang Althea, menuntun langkah istrinya masuk ke dalam lift utama tanpa membiarkan Althea berdiri terlalu lama. "Lima belas menit di jalanan kota bisa berubah jadi tiga puluh menit kalau ada kemacetan atau cuaca buruk, Althea," pangkas Kael datar dan mantap. "Aku tidak akan mempertaruhkan keselamatanmu dan anak kita pada kemungkinan sekecil apa pun di jalanan." Althea menghela napas panjang, menggelengkan kepalanya pasrah. "Terserah kamu sajalah, Kael. Aku sudah terlalu lelah untuk berdebat soal keposesifanmu malam ini." Kael menunduk, mendaratkan kecupan hangat di pelipis Althea yang mulai tampak mengantuk. "Masuk kamar, bersihkan diri, lalu langsung tidur." ** Ti
اقرأ المزيد