Mobil berhenti tepat di depan lobi restoran mewah. Zayyan turun lebih dulu, lalu berdiri di samping pintu penumpang sambil mengulurkan tangan, menuntut Althea untuk turun dan menyambutnya. Saat pintu terbuka, Althea keluar dengan anggun. Namun, saat Zayyan mencoba meraih lengannya untuk digandeng, Althea menarik tangan itu dengan gerakan halus namun tegas. Ia melangkah satu langkah lebih cepat, membiarkan jarak tercipta di antara mereka. Zayyan tidak tinggal diam. Ia mendekat, mencengkeram lengan Althea cukup erat untuk memberi peringatan, meski wajahnya tetap memasang senyum ramah di depan orang lain. "Hari ini aku dikejutkan dengan kamu yang kembali tampil beda, Thea, tapi bukan berarti kamu bisa seenaknya nggak mau gandeng tangan suamimu," bisik Zayyan tajam, matanya menatap Althea penuh ancaman. Althea menatap Zayyan sekilas. Ada rasa muak yang menjalar, namun ia tidak menarik diri. Ia membiarkan lengannya berada dalam genggaman Zayyan, mengikuti langkah pria itu dengan pa
Read more