Di seberang sana terdengar suara Kael yang tenang seperti biasa, tapi ada nada yang sedikit lebih serius dari biasanya. “Thea, kamu sudah di telpon Zayyan pagi ini?" Althea mengerutkan kening. “Belum. Dia hanya kirim pesan saja tadi. Kenapa?” “Zayyan baru kirim kabar,” jawab Kael. “Dia minta dipercepat. Sore ini dia bisa datang langsung ke pertemuan.” Jari Althea yang memegang ponsel langsung menegang. “Sore ini? Bukannya dia masih di luar kota?” “Aku juga pikir begitu,” suara Kael terdengar pelan, tapi jelas. “Tapi dia bilang bisa pulang lebih cepat.” "Ah, rupanya begitu," jawab Althea, meski heran. “Thea…” “Apa?” Ada jeda singkat di seberang sana, seperti Kael sedang memilih kata. “Maaf,” ucapnya akhirnya, nadanya turun sedikit. “Sore nanti kita nggak bisa berduaan seperti rencana awal." Althea terdiam, lalu tersenyum kecil. "El, kamu tahu kamu nggak perlu minta maaf." "Aku harap kamu tetap jadi diri kamu sendiri, ya, Thea. Aku selalu menerima kamu a
Read more