Althea tersentak bangun dari mimpi basahnya. Napasnya tersengal-sengal, dada naik-turun cepat, tubuhnya basah oleh keringat dingin. Selimut sudah tersingkap hingga pinggang, dan miliknya terasa sangat basah, berdenyut panas, serta licin oleh cairannya sendiri. Ia duduk tegak, tangan kanannya secara refleks menyentuh paha dalamnya. Jari-jarinya langsung basah. Banjir. Ia menggigit bibir bawah kuat-kuat, malu sekaligus terkejut. Mimpi tadi terasa terlalu nyata. Tanpa banyak berpikir, Althea bangkit dengan kaki lemas dan berjalan ke kamar mandi. Pintu ditutup, kunci diputar hingga terdengar klik kecil. Air shower langsung dinyalakan. Air hangat mengguyur tubuhnya dari kepala hingga kaki, tapi panas yang ia rasakan justru datang dari dalam. Althea memejamkan mata. Bayangan mimpi erotis itu langsung muncul lagi, lebih hidup daripada sebelumnya. Dalam bayangannya, Kael sedang menatapnya melalui video call, mata pria itu gelap penuh nafsu, suaranya serak saat memerintah, “Teruslah,
Read more