Om Krisna masih menatap Althea beberapa saat setelah kalimat terakhir itu, seolah mencoba membaca lebih jauh dari apa yang ditampilkan di permukaan. Namun Althea tidak memberinya celah. Ia tetap duduk tegak, membuka dokumen berikutnya, dan langsung mengarahkan pembicaraan kembali ke angka dan strategi. “Untuk bagian ini, Om bisa lihat proyeksi pertumbuhan setelah restrukturisasi tim berjalan. Aku tidak akan ubah semuanya sekaligus, tapi bertahap supaya tidak mengganggu operasional,” ucap Althea sambil menggeser berkas ke arah Om Krisna. Nada suaranya stabil, profesional, dan sengaja dijaga tetap di jalur bisnis. Om Krisna akhirnya menghela napas pelan, lalu mengangguk. Ia mengerti, bukan karena tidak peka, tetapi karena Althea memang memilih untuk tidak membuka ruang. Gadis itu sejak dulu seperti itu, tidak pernah berbagi lebih dari yang ingin ia bagikan. “Baik,” jawabnya, ikut masuk ke ritme yang dibangun Althea. “Strateginya masuk akal. Kamu tidak terburu-buru, tapi juga tida
Read more