Pagi itu, kost masih sunyi. Jam dinding baru menunjukkan pukul 05.03, tapi Hazel sudah terbangun, terengah-engah menahan rasa mual yang tiba-tiba menyerang. Tubuhnya panas, perutnya bergejolak, dan setiap kali ia menelan ludah rasanya hampir ingin muntah lagi. Ia menekuk tubuh di tepi ranjang, hoodie menutupi bahunya, masker tergantung di dagu. Sekejap ia menatap jendela, langit masih gelap, udara pagi sejuk, tapi tak mampu menenangkan tubuhnya yang gelisah. Weekend seharusnya waktunya istirahat, tapi untuk Hazel, rasa sakit ini tak mengenal hari. “Mual… lagi…”, gumamnya pelan, suara serak hampir tersedak. Ia meremas selimut, mencoba mengalihkan pikirannya dari rasa nyeri yang samar namun menusuk di perutnya. Setiap kali rasa mual datang, tubuhnya gemetar, bukan karena dingin, tapi karena ketakutan yang tak bisa dijelaskan. Sudah lebih dari dua bulan semenjak kejadian kelam itu. Tubuh Hazel mulai memberi sinyal yang tak bisa diabaikan, mual datang hampir setiap malam, paling
Terakhir Diperbarui : 2026-04-25 Baca selengkapnya