Malam itu, suasana kafe tidak terlalu ramai. Lampu-lampu gantung memancarkan cahaya hangat, musik pelan mengalun di latar, cukup untuk mengisi keheningan tanpa mengganggu percakapan. Di salah satu sudut, enam orang duduk mengelilingi meja. Lintang, Dion, Raka, Bayu, Arga, dan Kevin. Beberapa gelas minuman sudah setengah kosong. Obrolan mereka awalnya ringan, tidak jauh dari topik biasa, kelas, tugas, hal-hal sepele yang mengisi hari. Namun seperti sesuatu yang memang sudah ditunggu, pembicaraan itu perlahan mengarah ke satu hal. Bayu yang pertama membuka. “Gimana?”, tanyanya santai, matanya melirik ke arah Dion. “Jadi ngomong nggak?” Semua langsung ikut menoleh. Dion yang sejak tadi lebih banyak diam hanya tersenyum tipis, senyum yang tidak sampai ke matanya. Ia menyandarkan tubuh ke kursi, lalu menghela napas pelan. “Udah”, jawabnya singkat. “Terus?” Raka langsung menyela, nada suaranya sedikit lebih cepat. Dion tertawa kecil, hambar. “Ya sama aja kayak lu.” Sunyi sepersekian d
Terakhir Diperbarui : 2026-03-25 Baca selengkapnya