Aruna akhirnya mulai menyadari sesuatu sejak melihat tingkah Celestine tadi.Entah kenapa, cara wanita itu berbicara, ekspresi datarnya, sampai kebiasaannya menjawab dengan tenang terasa sangat mirip dengan Cedric.Bedanya hanya satu.Celestine jauh lebih berisik.Dan pemikiran itu langsung membuat Aruna menahan senyum kecil sendiri.“Lady Celestine,” panggilnya pelan, “apakah yang tadi benar? Soal gaun Anda?”Celestine yang sedang merapikan rambutnya langsung menoleh santai.“…Sudah kubilang kan, Lady Evelyne.” Ia menyandarkan tubuh ke bangku taman. “Bawa saja semuanya.”Ia melambaikan tangan seolah itu bukan masalah besar.“Lagipula gaunku terlalu banyak.”Aruna langsung terdiam beberapa detik.Ia memang tahu reputasi Celestine Valmont sebagai sosialita bangsawan yang sangat menggemari fashion. Hampir setiap tren baru di kerajaan selalu lebih dulu dipakai olehnya.Mulai dari gaun pesta, mantel musim dingin, sepatu mahal, sampai aksesoris rambut—semuanya selalu mengikuti mode terbar
Read more