Mau ngomong, karena mengantar sekolah anak bos, rasanya percuma juga, orang gak suka tidak butuh penjelasan tentang kebenaran. “Bismillah,” sambil membuang napas yang menyesakkan dada. Talia. Langsung membuka komputernya. Melanjutkn tugas yang kemarin tertunda, kening Talia mengkerut saat ada yang ia kurang fahami, sehingga menggeser kursinya pada mbak di samping, untuk menanyak. Kepala Talia mengangguk-angguk, saat temannya menjelaskan. Dengan ekspresi serius, saat balik lagi ke posisinya, teringat pada Hady, benarkah kalau pria itu akan pulang sore ini? kepala Talia menggeleng untuk membuang jauh-jauh pikirannya tentang pria itu. "Apa tanyakan aja gitu? Kapan dia akan pulang. Ah malas, ntar dikira aku kangen dia lagi. Ogah, biarkan saja lah," gumamnya dalam hati, kepala menggeleng kecil. Kini, suasana restoran di area kantor itu cukup tenang, walau tepatnya di jam makan siang. Talia duduk sendirian, di dekat jendela. Namun, tiba-tiba dihampiri oleh Lukman. “Talia. Boleh
Last Updated : 2026-05-22 Read more