“Ingat, gak usah keluar dari kamar ini,” lanjutnya, langkahnya yang lebar menuju pintu kamar, diikuti oleh Talia. Selesai sarapan, Hady bergegas untuk pergi. Seperti biasa, Talia mengantar sampai teras. Di teras, mobil Hady sudah siap mengantar sang majikan pergi ngantor, di sana ada Icha juga yang terlihat uring-uringan. “Abang. Aku nebeng ya … pleeass, mobilku kempes ban nya. Mana buru-buru lagi,” mohonnya sambil melihat jam di tangnnya. Sejenak Hady terdiam. Talia menatap pada Hady, dalam pikiranya, apakah Hady mau ngasih nebeng kah, atau membiarkan Icha memakai mobil miliknya yang lain. “Pleaass. Bang … aku mohon, kali ini saja, nanti sore biar orang bengkel atau siapa gitu mengantarkan mobilku ke kantor,” ujar Icha Kembali memohon, menyatukan kedua tangannya di depan dagu. “Em, pakai saja mobil lainnya,” akhirnya Hady membalas sambil melirik ke Garasi yang ada beberapa mobil di sana yang nganggur. “Aduh, Abang, buruan deh … kita bareng aja, ribet kalau aku bawa sendir
Last Updated : 2026-05-16 Read more