"Kalau lebih dari empat, bagaimana?"Tawa Syifa pecah, ia mencubit gemas hidung mancung Yaksa, membuat Yaksa ikut tertawa lalu membenamkan wajahnya di dada Syifa. Syifa tertegun, sejenak tersenyum lalu mengusap-usap kepala Yaksa lembut dan penuh kasih sayang."Ternyata ... rasanya senyaman ini." desis Yaksa lirih. Syifa tidak menjawab, tangannya masih mengusap kepala sang suami, tidak memprotes sikap manjanya itu. "Bukan cuma nyaman, Mas." desis Syifa ikut menyuarakan isi hatinya. "Tapi juga damai dan aman."Yaksa mempererat pelukannya, terlihat belum ingin pergi dari atas tubuh sang istri. "Boleh begini sampai pagi?"Sontak mata Syifa membelalak, ia berhenti mengusap-usap, tangannya terulur, mencubit lengan Yaksa dengan gemas. "Turun ih, ini berat tau!" protes Syifa yang rasanya tak sanggup jika Yaksa ini seperti ini sampai pagi. Tawa Yaksa pecah, ia bangkit, merebahkan tubuh di sebelah Syifa sembari tangannya menarik Syifa agar lebih dekat lagi dengannya. "Kita jadi ke Jepang,
Dernière mise à jour : 2026-04-26 Read More