"Dengan apa mau kamu bereskan emangnya?" tantang Syifa tak berusaha membalas tatapan mata itu. Yaksa menarik napas panjang, ia bangkit, entah hendak kemana, Syifa tidak peduli. Hanya saja, sebelum Yaksa pergi, suara itu bergumam lirih. "Saya akan lakukan apapun, Syifa." sebuah suara yang sukses membuat mata Syifa membulat. "Apapun demi kamu."Syifa menoleh, namun sayang Yaksa sudah melangkah pergi. Mmmm, meninggalkan Syifa yang melongo menatap punggung sang suami. Sejenak Syifa tertegun, ia lantas menarik napas panjang. Berusaha tetap tenang dan tidak mau memikirkan apapun, saat ia hendak kembali menyuapkan cake, sepiring nasi lengkap dengan lauk itu mendarat di mejanya, tepat di depan wajah Syifa. Kali bukan Yaksa, melainkan Juliana! Ibu mertuanya itu menjatuhkan diri tepat di sisi Syifa, nampak sibuk dengan piringnya sendiri. "Ayo makan dulu, Fa." ajak Juliana yang kontan membuat Syifa lemas, ia sudah kenyang! "Ma ... tapi Syifa sudah kenyang. Ini kenyang banget." tolak Syifa
Dernière mise à jour : 2026-04-19 Read More