"Mikir apa?"Mereka sudah beres makan malam, Yaksa masuk ke dalam mobil, mendapati Syifa nampak duduk termenung di joknya. Pandangan Syifa yang lurus ke depan, terdistraksi oleh pertanyaan Yaksa membuat Syifa menarik napas panjang dan memejamkan mata."Ikut kepikiran aja."Jawaban itu membuat Yaksa tersenyum, ia segera membawa mobilnya melaju, sudah cukup malam, ini sudah waktunya mereka pulang dan beristirahat. "Nggak usah dipikir, biar saya yang selesai, Fa."Syifa mendengus. "Ya bukan gitu," mata Syifa terbuka, "Sebuah pilihan yang pasti berat banget buat kamu, kan?"Tawa Yaksa pecah, meskipun begitu pandangan Yaksa tidak beralih."Seberat apapun, selama ada kamu di sisi saya, semua akan baik-baik saja, Syifa."Syifa terkesiap, namun lidahnya seolah kelu. Pandangannya beralih ke samping, tempat di mana Yaksa duduk dan mengemudikan mobil. Hati Syifa begitu berisik. Ada suara yang memperingatkan Syifa untuk berhati-hati dan waspada, ada suara lain yang memuji bagaimana manis lelak
Dernière mise à jour : 2026-04-10 Read More