“Talak tiga yang kuucapkan tiga bulan lalu … itu kebodohan paling fatal yang pernah aku lakukan, Dewi.” Radit menatap Dewi lurus. Kilatan matanya memantulkan penyesalan dan luka. “Maaf.” bisik Radit rendah. Jakunnya tampak naik turun. Pria itu lantas berkata lirih, “Aku mau kita rujuk.” Dewi masih membeku. Napasnya tercekat mendengar kalimat yang tak dia sangka akan didengarnya dari mulut Radit—pria yang pernah membuatnya merasa tak cukup dipercaya. Dadanya sesak oleh luapan luka yang ditarik kembali, namun si penoreh luka, kini datang menawarkan penyembuh. Masih terlampau jelas dalam ingatan Dewi, kalimat yang diucapkan Radit dengan tatapan mendelik nyalang dan suara yang bergetar karena amarah yang tertahan. “Detik ini, tanpa paksaan dan dalam keadaan sadar sepenuhnya, aku jatuhkan talak tiga atas kamu Dewi Anggraini binti Wirawan. Mulai sekarang, kita bukan lagi suami istri. Kamu bisa pergi dari rumah ini.” Radit, satu-satunya pria yang pernah mengisi hati Dewi, satu-satun
آخر تحديث : 2026-03-17 اقرأ المزيد