Dewi menatap layar ponselnya dengan perasaan getir. Nama yang tertera di sana membuat rasa perih di tangannya seolah terlupakan seketika. [ Nara is calling ] Entah sejak kapan persisnya, setiap kali ponsel Dewi menerima notifikasi panggilan dari nomor Nara, tenggorokannya pasti terasa seolah dicekik erat-erat. Padahal semestinya, panggilan dari keluarga adalah sesuatu yang membahagiakan dan mengobati rindu. Dewi menekan tombol hijau. Tepat ketika benda batangan itu menyentuh telinga, suara Edo terdengar di seberang. “Halo, Mbak.” “Ya, Edo? Ada apa?” “Mbak, tadi Ayahnya Naufal ke rumah. Katanya uangnya sudah masuk. Dia bilang terima kasih.” Dewi tersenyum tipis. Senyum yang mengandung kegetiran. “Iya. Makasih sudah kasih kabar ya, Do. Ibu dan Mbak Nara gimana?” “Ibu baik, Mbak. Tadi baru aja selesai makan disuapin Roby.” Kening Dewi mengerut. “Roby yang suapin Ibu?” “Iya, Ibu tadi bilang mau makan tapi disuapin sama Roby.” Dewi terdiam sejenak. Ada rasa perih y
Last Updated : 2026-04-15 Read more