Dada Dewi seketika menghangat. Di tengah seluruh luapan murka dan putus asa, jemari Dewi mengetik dengan hati, bukan dengan kesadaran. [ Dewi : Aku kangen ] Tangan Dewi tertahan di atas tombol 'kirim'. Hampir Dewi mengirim pesan teks itu ketika tiba-tiba, ponselnya berdering. Panggilan masuk dari Radit. Sejenak, Dewi menatap layar ponselnya yang berpendar. Di tengah hatinya yang rapuh dan retak, panggilan dari Radit seperti seteguk air dingin setelah dahaga panjang. Dengan sentuhan perlahan, Dewi menggeser tombol hijau. Suara serak Radit terdengar lembut di seberang. "Halo, Dewi?" Dewi menunduk. "Ya, Mas." Walau berusaha keras menyembunyikan, ternyata suaranya yang parau tetap terdengar jelas. “Kamu online, tapi cuma ‘mengetik’. Aku tungguin tapi nggak masuk-masuk teks-nya.” Radit bergumam rendah. “Gimana hari ini? Kamu … sudah terbiasa dengan Arkan?” Dewi masih tetap menundukkan wajah. “Aku … masih butuh waktu, Mas.” Dewi berdeham singkat, mengatur suaranya agar tida
Last Updated : 2026-03-30 Read more