Satu bulan berikutnya, Radit membuka paket berupa surat yang diantar oleh kurir ke depan rumah. Saat membaca judul kop ‘Pengadilan Agama’ wajahnya seketika pucat. Tangannya gemetar saat matanya membaca kalimat di dalam isi surat itu.Surat Gugatan Cerai.Nama lengkap Dewi tertulis jelas sebagai pihak Penggugat, dan namanya sendiri—Raditya Pratama, tercantum di bawahnya sebagai pihak Tergugat.Tangan Radit gemetar hebat. Napasnya tercekat.Selama ini, Radit mengira perceraian mereka berbulan-bulan lalu—yang dipicu oleh foto jebakan buatan Anita—sudah memutus segalanya. Namun, dia terlalu bodoh dan terlena dalam kemenangan semu. Secara hukum negara, pernikahan mereka belum pernah disidangkan. Dan sekarang, Dewi bergerak maju secara resmi untuk memutus sisa rantai itu seutuhnya.Lembar kedua surat itu dibuka dengan sentakan kasar, memperlihatkan detail berkas gugatan. Di sana, tertulis nama firma hukum papan atas Jakarta yang menjadi kuasa hukum Dewi—sebuah firma hukum elite yang tarif
Read more