"Kenapa, Wi? Si bos manggil?" tanya Hani sambil merapikan tumpukan kertas di mejanya."Iya." Dewi menjawab santai, walau entah kenapa jantungnya berdebar. Nada suara Arkan yang berat terdengar seolah menyimpan ancaman.Dewi berdiri, bergegas melangkah menuju pintu ruangan Arkan.Tok. Tok. Tok."Masuk."Dewi memutar kenop, melangkah masuk, dan menutup pintu di belakangnya. Namun, begitu dia membalikkan badan menghadap meja kerja, langkah kaki Dewi langsung terhenti.Arkan menatapnya dengan sorot dingin yang terasa lebih tajam dari biasanya. “Duduk.”Dewi tak gentar. Dia berjalan tenang mendekat dan duduk di depan meja Arkan.Arkan menyodorkan selembar kertas laporan lembur karyawan ke arah Dewi. "Bisa kamu jelaskan pada saya, kenapa akun log-in sistem milik Rian, Langit, Eka dan Pak Heru aktif di jam-jam lembur meskipun absensinya pulang tepat waktu?"Dewi melirik kertas itu dengan jantung yang berdetak kencang. Ketahuan.Harga dirinya yang sejak pagi dia paksa tegak, runtuh seketik
Last Updated : 2026-05-24 Read more