Madun langsung memajukan langkah jantannya untuk mengayunkan satu jotosan mentah bertenaga pasak bumi tepat ke arah pusaran angin gaib di depan pintu lemari, membiarkan tubuh sawo matangnya yang tinggi tegap dengan susunan otot perut kotak-kotak penuh urat jantan sejati nampak sangat gagah memancarkan pesona kuli panggul pasar tiga ton yang selalu siap menjadi benteng pelindung bidadari barat. Sambil melipat kedua tangan kekarnya secara interaktif setelah kepulan asap hitam hantu itu pecah berantakan terkena benturan fisiknya, Madun menatap tajam ke sekeliling sudut ruangan yang mulai kembali normal. "Nah, kalau makhluk halusnya sudah kocar-kacir terkena hantaman jotosan kelontong begini kan hati jantan Mas Madun bisa fokus memikirkan modal ruko kelontong kita nanti, tanpa perlu tegang ketakutan digerebek satpol pp akibat hasrat lubang rahim menantang maut siang ini!" Tiba-tiba, akibat gelombang tekanan udara dari pukulan jantan Madun yang sangat dahsyat, Catherine yang berdiri
Read more