Sri berhenti menggedor pintu karena tahu akan sia-sia. Gadis itu menarik napas dan membuka tasnya, mengeluarkan ponsel pintar pemberian Sagara.Untungnya, di dalam daftar kontak sudah tersimpan nomor Sagara dan asistennya. Dengan jari yang gemetar, Sri mengetik beberapa pesan singkat kepada Sagara, mengabarkan situasinya.Hampir sepuluh menit menunggu dalam kecemasan, akhirnya dia mendengar bunyi denting kunci besi yang diputar kasar dari luar."Nona Sri? Anda di dalam?" suara bariton yang familier memanggil dari balik pintu. Itu suara Hendra, asisten pribadi Sagara.Sri buru-buru menyahut, "Iya, Pak! Saya di dalam!"Pintu terbuka lebar, menampilkan sosok Hendra yang gurat wajahnya tampak tegang."Maaf atas keterlambatan saya, Nona. Saya datang atas perintah Tuan Sagara," ujar Hendra sopan, sambil melangkah mundur memberi ruang bagi Sri untuk keluar.Sri menghembuskan napas lega sambil mendekap tas sekolahnya. "T
Last Updated : 2026-06-01 Read more