Braakk! Pintu kamar didorong kasar dari luar. Sri terlonjak kaget dari kursi belajarnya. Refleks, tangan kanannya langsung menyambar sebuah buku tulis dan menjatuhkannya di atas meja, menutupi lembaran uang belanjaan di sana. Pak Surya melangkah masuk dengan seringai lebar. Aroma asap rokok murah yang pekat langsung memenuhi ruangan. “Wah, wah ... sibuk sekali anak Bapak malam-malam begini," sindir Pak Surya, matanya melirik tajam ke arah meja. Sri berusaha menjaga ekspresi wajahnya agar tetap datar. "Saya lagi belajar buat ujian besok, Pak. Tolong keluar dari sini. Jangan mengganggu." Pak Surya justru terkekeh geli. "Belajar? Jangan bohong, Sri! Hari ini Bapak nggak akan bisa kamu tipu!!” “Pak—” Belum selesai Sri bicara, pak Surya mendorong gadis itu ke samping, membuat Sri jatuh terjerembab dan sikunya membentur lantai. "Pak! Apa-apaan, sih, Bapak ini!" teriak Sri sambil meringis menahan perih di sikunya. Tanpa memedulikan teriakan Sri, Pak Surya melemparkan buku tulis di
Read more