Ketiga pria bertubuh tegap itu masuk, yang salah satunya membawa sebuah map cokelat.Melihat wajah bu Sulastri yang memucat, pria itu tahu harus ke mana.“Anda Bu Sulastri, kan?” tebaknya.Riki, pria dengan bekas luka bakar di pelipis kirinya, melemparkan selembar kertas ke atas ranjang wanita itu.Di sana tertera coretan tanda tangan milik Pak Surya, lengkap dengan namanya yang ditulis berantakan di atas meterai."Lima puluh juta. Suamimu kalah judi dadu dan slot di lapak belakang terminal dua hari lalu," ujar Riko, suaranya berat dan tidak bersahabat. "Dia menjaminkan rumah kontrakan kalian, tapi waktu kami datangi, rumah itu kosong. Tak ada perabotan yang layak. Jadi, kami datang ke sini."Bu Sulastri langsung terisak, dadanya naik-turun dengan cepat, membuat Sri refleks melangkah maju merentangkan kedua tangannya di depan ranjang sang ibu, melindungi wanita paruh baya itu dari tatapan intimidasi ketiga preman di depannya.
Last Updated : 2026-05-23 Read more