Startseite / Alle / HOW TO BE GOOD IN BED / Sang Ratu Mucikari

Teilen

Sang Ratu Mucikari

last update Veröffentlichungsdatum: 21.05.2026 10:35:02

Wanita paruh baya itu mengembuskan asap tipis terakhir dari pipa rokoknya yang panjang, membiarkan aroma candu bercampur melati memenuhi ruangan mewah tersebut. Tatapannya menembus keremangan lampu kristal, terkunci tepat pada sosok Elara sebelum akhirnya beralih pada Aris dengan senyum penuh kepuasan yang sinis.

"Panggil aku Madam Vera," ucapnya dengan suara serak yang berat namun terdengar begitu berkuasa. "Di kota ini, akulah yang mengatur ke mana aliran gairah para penguasa berlabuh. Dan ka
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • HOW TO BE GOOD IN BED   Sang Ratu Mucikari

    Wanita paruh baya itu mengembuskan asap tipis terakhir dari pipa rokoknya yang panjang, membiarkan aroma candu bercampur melati memenuhi ruangan mewah tersebut. Tatapannya menembus keremangan lampu kristal, terkunci tepat pada sosok Elara sebelum akhirnya beralih pada Aris dengan senyum penuh kepuasan yang sinis."Panggil aku Madam Vera," ucapnya dengan suara serak yang berat namun terdengar begitu berkuasa. "Di kota ini, akulah yang mengatur ke mana aliran gairah para penguasa berlabuh. Dan kalian berdua... adalah aset paling berharga yang dikirimkan Silas ke hadapanku."Aris langsung melangkah maju, tubuhnya yang tegap menjadi tameng kokoh di depan Elara. Ia bisa merasakan atmosfer di ruangan ini jauh lebih menekan daripada gua di lereng gunung. Bukan karena ancaman fisik, melainkan karena manipulasi psikologis yang begitu pekat."Kami bukan asetmu, Vera. Julian dan Silas sudah kalah, dan kami ke sini untuk memastikan jaringan kotor ini berhenti menyalahgunakan ilmu penyembuhan," te

  • HOW TO BE GOOD IN BED   Babak Baru di Ibu Kota

    Kereta senja yang membawa mereka dari daerah pedalaman akhirnya berhenti di stasiun utama ibu kota. Udara malam yang pengap dan deru bising klakson kendaraan langsung menyambut Elara dan Aris begitu mereka menginjakkan kaki di peron. Kota ini menyimpan terlalu banyak kenangan lama, tempat di mana pernikahan mereka berjalan dingin, dan tempat di mana Julian pertama kali masuk ke dalam hidup Elara."Kita benar-benar kembali ke sini, Aris," bisik Elara sambil merapatkan jaketnya karena merasa tidak nyaman dengan atmosfer kota yang bising.Aris menggenggam jemari Elara dengan sangat erat, memberikan kehangatan yang instan untuk menenangkan kecemasan istrinya. "Kita kembali bukan sebagai korban yang lemah seperti dulu, Elara. Kita ke sini untuk menyelesaikan apa yang dimulai oleh Silas."Mereka berdua berjalan keluar stasiun menuju sebuah kedai kopi kecil yang remang-remang di pinggiran jalan protokol untuk memeriksa kembali kunci perak milik Silas. Aris mengeluarkan kunci itu dari saku ce

  • HOW TO BE GOOD IN BED   Runtuhnya Sarang Bayangan

    Gemuruh batu runtuh seketika menulikan telinga saat Silas menarik tuas rahasia di dinding gua dengan sisa tenaganya. Langit-langit gua mulai retak, menjatuhkan bongkahan batu besar yang menghantam lantai tanah dan menciptakan debu tebal yang menyesakkan dada. Getaran hebat itu merambat dari dasar bumi, meruntuhkan struktur bebatuan kuno yang selama puluhan tahun menjadi saksi bisu latihan terlarang mereka. Dinding gua yang lembap mulai merekah lebar, mengalirkan air tanah yang bercampur lumpur hitam ke segala arah."Aris, cepat bawa Elara keluar dari sini! Biar aku yang mengurus Silas!" teriak Sang Guru Besar sambil menahan runtuhan batu dengan tongkat kayunya.Aris tidak memedulikan rasa sakit yang mulai merayap kembali ke saraf punggungnya akibat proses pemindahan racun bius yang baru saja ia lakukan setengah jalan. Ia langsung menyambar tubuh Elara yang lemas ke dalam dekapannya, melompat menghindari sebongkah batu tajam yang jatuh tepat di tempat mereka berbaring tadi."Kita harus

  • HOW TO BE GOOD IN BED   Pilihan Yang Menghancurkan

    Kegelapan di dalam gua terasa begitu pekat dan mencekam, membuat indra penglihatan Elara sama sekali tidak berfungsi. Ia bisa merasakan tubuhnya diseret dengan kasar di atas batu yang tajam, sementara kesadarannya mulai berputar-putar akibat hirupan zat bius dari kain yang menempel di hidungnya."Lepaskan aku, Silas! Aris... Tolong aku!" jerit Elara dengan sisa tenaga yang kian menipis.Aris yang mendengar teriakan istrinya langsung bergerak membabi buta di dalam kegelapan, mengabaikan rasa pusing yang sempat menyerang kepalanya. "Elara! Bertahanlah! Aku akan menemukanmu!" teriak Aris sambil meraba-raba dinding gua yang basah.Silas tertawa sinis di tengah kegelapan, suaranya berpindah-pindah tempat dengan sangat cepat untuk mengacaukan pendengaran Aris. "Pria malang. Kamu baru saja mendapatkan kembali kejantananmu, tapi sekarang kamu harus kehilangan istrimu untuk selamanya!"Sang Guru Besar mencoba menyalakan kembali pemantik api, namun tiupan angin dari arah air terjun terlalu kenc

  • HOW TO BE GOOD IN BED   Perang Urat Saraf

    Elara mematung saat melihat sosok pria yang muncul dari kegelapan di belakang Silas. Wajah itu, meski sudah menua dan penuh guratan lelah, sangat mirip dengan foto yang ada di dalam kotak emas miliknya. Ayahnya—pria yang selama ini ia kira telah tiada—berdiri di sana dengan jubah kelabu yang sederhana namun memancarkan wibawa yang luar biasa."Ayah?" suara Elara nyaris tak terdengar, tenggelam dalam gemuruh jantungnya sendiri yang berdegup kencang.Silas segera menundukkan kepalanya, rasa hormat yang bercampur ketakutan terpancar jelas dari gestur tubuhnya. "Guru besar... saya hanya mencoba menguji apakah putri Anda benar-benar layak menerima warisan rahasia Kamasutra ini."Pria itu, Sang Guru Besar, melangkah maju melewati Silas dan berhenti tepat di depan Elara yang masih memeluk Aris. "Menguji atau mencoba mencuri, Silas? Kamu tahu betul bahwa ilmu ini tidak akan pernah bisa dikuasai oleh mereka yang hatinya sudah diracuni oleh ambisi kekuasaan."Aris mulai bangkit berdiri, rasa pe

  • HOW TO BE GOOD IN BED   Sang Guru Bayangan

    Gua di balik air terjun itu tidak sedingin yang dibayangkan Elara. Udara di dalamnya justru terasa hangat dan dipenuhi aroma dupa yang sangat kuat, jenis wewangian yang biasa digunakan dalam ritual meditasi kuno. Di tengah ruangan yang diterangi cahaya lampu minyak yang bergetar, seorang pria duduk dengan tenang di atas kursi kayu jati yang diukir sangat indah."Silas..." desis Aris sambil menarik Elara ke belakang punggungnya. "Aku sudah menduga bahwa kamu adalah otak di balik semua kegilaan Julian."Pria bernama Silas itu menoleh perlahan, wajahnya sangat mirip dengan Julian namun guratan di sekitar matanya menunjukkan bahwa ia telah melewati ribuan jam latihan yang berat. Ia menatap Elara bukan dengan nafsu, melainkan dengan ketertarikan seorang kolektor yang baru saja menemukan barang langka yang paling berharga."Julian hanyalah anak kecil yang bermain dengan api, Elara," suara Silas terdengar berat dan sangat berwibawa, jauh lebih dalam daripada suara Julian. "Dia menggunakan te

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status