Início / Todos / HOW TO BE GOOD IN BED / Pembalasan Dari Kegelapan

Compartilhar

Pembalasan Dari Kegelapan

Autor: Meyrna
last update Data de publicação: 2026-05-24 11:46:16

Kegelapan total yang mendadak itu merenggut seluruh kendali Madam Vera atas ruangan. Ranjang besi yang mengunci tubuh Aris mendadak kehilangan daya magnetnya seiring dengan matinya aliran listrik gedung. Di tengah kesunyian yang mencekam, hanya terdengar suara napas yang memburu dan detak jantung yang berpacu cepat dari orang-orang yang terperangkap dalam kegelapan.

"Vera! Aktifkan generator cadangan sekarang!" teriak Danu dari balik topeng peraknya, suaranya yang semula tenang kini menyiratkan
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • HOW TO BE GOOD IN BED   Pembalasan Dari Kegelapan

    Kegelapan total yang mendadak itu merenggut seluruh kendali Madam Vera atas ruangan. Ranjang besi yang mengunci tubuh Aris mendadak kehilangan daya magnetnya seiring dengan matinya aliran listrik gedung. Di tengah kesunyian yang mencekam, hanya terdengar suara napas yang memburu dan detak jantung yang berpacu cepat dari orang-orang yang terperangkap dalam kegelapan."Vera! Aktifkan generator cadangan sekarang!" teriak Danu dari balik topeng peraknya, suaranya yang semula tenang kini menyiratkan kepanikan yang nyata.Namun, sebelum Vera sempat melangkah menuju panel darurat, suara gesekan kain yang halus terdengar di udara, diikuti oleh suara erangan pelan dari dua penjaga yang menahan Aris. Tanpa peringatan, tubuh kedua penjaga itu ambruk ke lantai marmer setelah titik saraf Marma di tengkuk mereka ditekan dengan akurasi yang luar biasa dalam kegelapan."Siapa di sana?!" maki Vera sambil mengacungkan belatinya secara membabi buta ke udara.Sebuah percikan api kecil menyala dari sudut

  • HOW TO BE GOOD IN BED   Ritual Penyalinan Saraf

    Ranjang besi yang muncul dari balik lantai itu bergetar pelan, memancarkan bunyi dengung listrik berfrekuensi rendah yang membuat bulu kuduk Elara berdiri. Puluhan jarum perak yang terhubung dengan kabel-kabel tembaga tampak berkilau di bawah lampu kristal, siap ditusukkan ke titik-titik saraf vital. Atmosfer ruangan seketika berubah menjadi laboratorium penyiksaan yang dikemas dalam kemewahan."Vera, pasang pembatas energi. Jangan biarkan seujung kuku pun dari getaran murni mereka terbuang sia-sia saat proses penyalinan dimulai," perintah Danu dari balik topeng peraknya, suaranya terdengar datar tanpa emosi.Madam Vera segera bergerak menuju panel kendali di dinding ruangan. Dua penjaga berbadan kekar yang memegang cambuk beracun mulai melangkah maju, mempersempit ruang gerak Aris dan Elara yang masih berdiri berdampingan di tengah kepungan.Aris mempererat genggaman tangannya pada Elara, merasakan keringat dingin istrinya namun juga menangkap gelombang tekad yang sama kuat di balik

  • HOW TO BE GOOD IN BED   Sang Pengendali Di Balik Topeng

    Suasana di dalam ruangan mewah itu mendadak hening seketika. Bahkan para penjaga yang sedang berduel dengan Aris langsung menarik cambuk mereka dan berdiri tegak dengan kepala tertunduk dalam. Madam Vera, wanita yang baru saja memproklamasikan dirinya sebagai penguasa gairah ibu kota, kini bersimpuh di lantai marmer dengan tubuh yang gemetar hebat."M-Master..." bisik Madam Vera dengan nada suara yang kehilangan seluruh keangkuhannya.Aris mundur dua langkah, berdiri berhadapan dengan Elara sambil mengatur napasnya yang memburu. Matanya tertuju pada pria di atas kursi roda elektronik yang baru saja keluar dari balik dinding rahasia. Pria itu mengenakan setelan jas hitam yang sangat rapi, namun wajahnya tertutup sepenuhnya oleh topeng perak bermotif naga yang berkilat dingin di bawah cahaya lampu kristal."Dua puluh tahun aku mencari wadah energi murni yang sempurna," suara pria bertopeng itu terdengar sangat berat, namun anehnya, ada aksen yang terasa akrab di telinga Elara. "Silas ga

  • HOW TO BE GOOD IN BED   Sang Ratu Mucikari

    Wanita paruh baya itu mengembuskan asap tipis terakhir dari pipa rokoknya yang panjang, membiarkan aroma candu bercampur melati memenuhi ruangan mewah tersebut. Tatapannya menembus keremangan lampu kristal, terkunci tepat pada sosok Elara sebelum akhirnya beralih pada Aris dengan senyum penuh kepuasan yang sinis."Panggil aku Madam Vera," ucapnya dengan suara serak yang berat namun terdengar begitu berkuasa. "Di kota ini, akulah yang mengatur ke mana aliran gairah para penguasa berlabuh. Dan kalian berdua... adalah aset paling berharga yang dikirimkan Silas ke hadapanku."Aris langsung melangkah maju, tubuhnya yang tegap menjadi tameng kokoh di depan Elara. Ia bisa merasakan atmosfer di ruangan ini jauh lebih menekan daripada gua di lereng gunung. Bukan karena ancaman fisik, melainkan karena manipulasi psikologis yang begitu pekat."Kami bukan asetmu, Vera. Julian dan Silas sudah kalah, dan kami ke sini untuk memastikan jaringan kotor ini berhenti menyalahgunakan ilmu penyembuhan," te

  • HOW TO BE GOOD IN BED   Babak Baru di Ibu Kota

    Kereta senja yang membawa mereka dari daerah pedalaman akhirnya berhenti di stasiun utama ibu kota. Udara malam yang pengap dan deru bising klakson kendaraan langsung menyambut Elara dan Aris begitu mereka menginjakkan kaki di peron. Kota ini menyimpan terlalu banyak kenangan lama, tempat di mana pernikahan mereka berjalan dingin, dan tempat di mana Julian pertama kali masuk ke dalam hidup Elara."Kita benar-benar kembali ke sini, Aris," bisik Elara sambil merapatkan jaketnya karena merasa tidak nyaman dengan atmosfer kota yang bising.Aris menggenggam jemari Elara dengan sangat erat, memberikan kehangatan yang instan untuk menenangkan kecemasan istrinya. "Kita kembali bukan sebagai korban yang lemah seperti dulu, Elara. Kita ke sini untuk menyelesaikan apa yang dimulai oleh Silas."Mereka berdua berjalan keluar stasiun menuju sebuah kedai kopi kecil yang remang-remang di pinggiran jalan protokol untuk memeriksa kembali kunci perak milik Silas. Aris mengeluarkan kunci itu dari saku ce

  • HOW TO BE GOOD IN BED   Runtuhnya Sarang Bayangan

    Gemuruh batu runtuh seketika menulikan telinga saat Silas menarik tuas rahasia di dinding gua dengan sisa tenaganya. Langit-langit gua mulai retak, menjatuhkan bongkahan batu besar yang menghantam lantai tanah dan menciptakan debu tebal yang menyesakkan dada. Getaran hebat itu merambat dari dasar bumi, meruntuhkan struktur bebatuan kuno yang selama puluhan tahun menjadi saksi bisu latihan terlarang mereka. Dinding gua yang lembap mulai merekah lebar, mengalirkan air tanah yang bercampur lumpur hitam ke segala arah."Aris, cepat bawa Elara keluar dari sini! Biar aku yang mengurus Silas!" teriak Sang Guru Besar sambil menahan runtuhan batu dengan tongkat kayunya.Aris tidak memedulikan rasa sakit yang mulai merayap kembali ke saraf punggungnya akibat proses pemindahan racun bius yang baru saja ia lakukan setengah jalan. Ia langsung menyambar tubuh Elara yang lemas ke dalam dekapannya, melompat menghindari sebongkah batu tajam yang jatuh tepat di tempat mereka berbaring tadi."Kita harus

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status