Keesokan paginya, Raiden akhirnya mengunjungi rumah ibunya. Langkah pria itu terasa sedikit lebih berat dari biasanya saat memasuki ruang tamu. Kurang tidur semalaman bukan sesuatu yang asing bagi seorang tentara, tetapi malam tadi berbeda. Pikiran Raiden dipenuhi terlalu banyak hal. Mulai dari pesan misterius yang menawarkan kenaikan pangkat, sidang Jenderal Vance, Naomi, hingga pertemuannya dengan Jenderal Viktor yang membuat Raiden semakin sadar bahwa permainan yang sedang berlangsung jauh lebih rumit daripada yang terlihat di permukaan. Namun begitu memasuki ruang tamu, Raiden langsung menyadari bahwa ketiga wanita di hadapannya sama sekali tidak peduli pada semua masalah itu. Lucy duduk di sofa panjang dengan kepala tertunduk. Di sebelah kirinya ada Sera, sementara di sebelah kanannya ada Tasya. Raiden mengembuskan napas pelan sebelum duduk di kursi tunggal yang berhadapan dengan mereka. “Rupanya kamu sudah datang, Lucy,” tukas Raiden. Lucy tidak menjawab. Wanita
Read more