بيت / Romansa / Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku / 169. Jangan Menyelamatkan Papa

مشاركة

169. Jangan Menyelamatkan Papa

مؤلف: prasidafai
last update تاريخ النشر: 2026-06-03 18:09:26

“Tapi ternyata saat sidang dimulai, Jenderal Viktor mengaku bahwa beliau sudah tahu kamu masih hidup sejak kalian bertemu di pedalaman Palvenia,” jawab Raiden. “Hanya saja saat itu beliau belum memiliki bukti apa pun.”

Mata Naomi membola.

Udara malam di teras itu tiba-tiba terasa lebih dingin dari sebelumnya. Suara jangkrik masih berbunyi di kejauhan, tetapi Naomi tidak lagi mendengarnya.

“Jenderal Viktor mengenaliku?” ulang Naomi. “Tapi dia tidak per
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق
تعليقات (1)
goodnovel comment avatar
wh1teF1sh
ini lebih menegangkan drpd perang di pedalaman...
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   219. Bicarakan Saja di Sini

    Sore itu, Raiden mengantar Tasya pulang ke rumah. Begitu mobil berhenti di halaman, Raiden turun lebih dulu. Dia membukakan pintu untuk ibunya, lalu berjalan mengantarnya sampai ke teras. “Aku harus berangkat lagi, Ma,” ujar Raiden sambil melirik mobilnya. Tasya yang sedang mencari kunci rumah menoleh. “Berangkat?” Kedua alis wanita paruh baya itu terangkat. “Bukannya kamu masih mendapat izin menjaga Nicolle?” “Masih.” Raiden mengangguk. “Tapi ada tugas pengganti di Markas Besar selama aku tidak berada di garis depan.” “Markas Besar?” “Iya.” Senyum tipis muncul di bibir Raiden. “Ada perintah langsung dari atasanku.” Raiden mengembuskan napas pelan. “Sepertinya ...” Pria itu terkekeh kecil. “Aku mulai dipercaya lagi. Kali ini tanpa bantuan siapa pun.” Tatapan Tasya melembut. Perlahan wanita paruh baya itu mengusap lengan putranya.

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   218. Bayiku

    Jemari Raiden yang hangat mengusap perlahan punggung tangan Naomi yang bebas dari selang infus. “Tidak apa-apa,” jawab Raiden lembut. “Jangan terlalu dipikirkan. Kalau aku bisa kembali ke sini, berarti aku sudah mendapat izin.” “Benarkah?” Tatapan Naomi melembut. Raiden mengangguk. “Aku tidak akan meninggalkan tugasku sembarangan, Nao.” Sudut bibir Raiden terangkat tipis. Naomi tertawa pelan meski gerakan itu membuat sisi tubuhnya sedikit nyeri. “Baiklah,” jawabnya lirih. Raiden mengecup pelan punggung tangan Naomi sebelum kembali menggenggamnya. Malam itu akhirnya berlalu dengan tenang. Keesokan paginya, suara langkah kaki kecil berlari memenuhi lorong rumah sakit. “Mama!” Pintu kamar perawatan terbuka. Aveline langsung berlari menghampiri ranjang Naomi sebelum Raiden sempat mengejarnya. “P

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   217. Henti Jantung

    Suara gaduh terdengar samar di telinga Naomi.“Tekanan darah turun. Cepat, pindahkan ke ruang operasi!”“Jalur infus kedua sudah terpasang!”Kelopak mata Naomi bergerak pelan.Cahaya lampu yang menyilaukan langsung menyambut Naomi. Pandangannya masih kabur. Langit-langit putih rumah sakit bergerak perlahan di atas kepalanya.Naomi merasa tubuhnya berguncang mengikuti laju brankar yang didorong cepat di sepanjang koridor.Wajah-wajah panik para tenaga kesehatan menjadi pemandangan pertama yang berhasil ditangkap matanya.“Bu? Bu, apa Anda bisa mendengar saya?”Seorang dokter berlari di samping brankar sambil menyorotkan senter kecil ke mata Naomi.Naomi berusaha menjawab. Bibirnya sedikit terbuka. Namun rasa nyeri luar biasa langsung menjalar hingga ke rahangnya.“Ugh ....”Suara yang keluar hanya erangan pelan.“Jangan dipaksa bicara,” ujar dokter itu cepat. “Kami akan menanga

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   216. Raiden Memanggil

    Naomi menarik napas pendek.“Dante Emilio,” jawab Naomi.Di seberang telepon, Vance langsung terdiam.Beberapa detik kemudian terdengar suara kursi bergeser, seolah pria paruh baya itu baru saja menegakkan duduknya.“Putra pemilik RSPU yang kamu curigai sebagai dalang di balik kecelakaan Clara?” tanya Vance memastikan.“Iya, Pa,” jawab Naomi.Vance mengembuskan napas pelan.“Kalau soal itu, bersabarlah sekitar dua hari lagi,” pinta Vance.“Kenapa?” Naomi mengernyit.“Bukti terakhir sedang diverifikasi,” jawab Vance.Naomi langsung mendesah. “Bukannya tadi Papa bilang bisa menyelesaikannya sebelum aku sampai rumah? Perasaanku tidak enak, Pa. Dante sedang ada di Lavel.”“Dan ...” Naomi menggigit bibir bawahnya. “Dia sepertinya memiliki hubungan dengan Lucy.”Beberapa detik berikutnya tidak ada suara apa pun dari ujung telepon.Keheningan itu justru membuat Naomi semakin

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   215. Tukang Ngambek

    “Tante ....”Suara Naomi nyaris tidak terdengar.Melihat wanita yang selama bertahun-tahun selalu tampak tegar kini menangis tanpa mampu mengendalikan diri, dada Naomi terasa sesak.Tanpa berpikir panjang, Naomi bangkit dari kursinya. Dia perlaahan memeluk Tasya.Pelukan itu membuat Tasya sesaat membeku. Detik berikutnya, seluruh pertahanan wanita paruh baya itu runtuh.“Maaf ... maaf ....” Isaknya pecah semakin keras.Tasya membalas pelukan Naomi sambil menangis tanpa suara. Bahunya bergetar hebat. Air mata terus mengalir hingga membasahi bahu dan dada pakaian Naomi.Naomi hanya mengusap pelan punggung wanita paruh baya itu.Tidak ada lagi kata-kata yang perlu diucapkan. Kadang, tangisan adalah cara terbaik untuk mengeluarkan semua penyesalan yang terlalu lama dipendam.Naomi memejamkan mata.Selama ini Naomi selalu berpikir bahwa orang-orang yang menyakitinya harus menerima balasan dari tanga

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   214. Dihukum

    Naomi perlahan meletakkan sendoknya.“Papa hanya ingin Raiden fokus pada kasus,” ucap Naomi tenang. “Dan supaya Raiden bisa fokus, tentu Papa harus melindungi orang-orang yang Raiden sayang.”Tasya mengangguk pelan.Senyum tipis muncul di bibir wanita paruh baya itu, tetapi matanya masih menyimpan kesedihan yang sulit disembunyikan.“Ya,” balas Tasya lirih. “Untuk itu saya sangat berterima kasih. Namun tetap saja, sepertinya sebanyak apa pun kami meminta maaf dan berterima kasih, itu tetap tidak akan setimpal dengan apa yang terjadi pada Naomi.”Naomi hanya membalas dengan senyum tipis yang terasa canggung.Bagaimanapun juga, orang yang sedang meminta maaf kepadanya tidak tahu bahwa Naomi yang dibicarakan sedang duduk tepat di depannya.Keheningan kembali memenuhi meja makan.“Kenapa saya merasa Tante seperti orang yang berbeda dibanding saat hari pemakaman Lucy, bahkan dibanding saat kita bertemu di rumah sakit

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   152. Kembali Bersama

    Dada wanita itu langsung terasa sesak.Jari-jari wanita itu mengencang di tali tas laptop, sementara napasnya mulai memburu di balik masker yang menutupi setengah wajahnya.Beberapa detik Naomi hanya diam membelakangi Raiden.Perlahan Naomi menoleh. Tatap

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   151. Memaksakan Diri

    Jam di dinding kamar Vance menunjukkan pukul sembilan lewat empat puluh menit ketika Aveline akhirnya menyerah pada kantuknya. Aveline tertidur pulas di sofa panjang dekat jendela. Tubuh kecil itu meringkuk di balik selimut sambil memeluk stiker kelinci yang sejak tadi tidak dilepaskannya. Rambu

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   150. Yang Seharusnya Bertemu, Akan Menemukan Jalannya

    Dokter itu melirik Naomi, seolah memastikan apakah wanita itu boleh mendengar tentang kondisi Vance atau tidak.“Dia aman,” sela Brandon meyakinkan.Dokter itu akhirnya menganggguk.“Jenderal Vance sudah melewati masa kritis.”Naomi mengembu

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   149. Naomi, Raiden, dan Lavel

    Naomi mengangkat kedua alisnya. “Pindah rumah sakit?” ulang wanita itu pelan, jelas terkejut. Tatapan Naomi langsung beralih pada Brandon, meminta penjelasan lebih lanjut. “Tidak dijelaskan alasan dan ke mana Mayor dipindahkan. Data seor

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status