“Jika saya pergi sebagai wanita simpanan Anda, Duchess Selene akan memiliki bukti nyata untuk menghabisi saya,” bisik Helena, mencoba memberi alasan logis.“Dia sudah mencurigai saya sejak kejadian di balkon. Pergi bersama Anda hanya akan membenarkan semua tuduhannya.”Arthur tidak menyela. Ia hanya menatap Helena dengan pandangan kosong, seolah-olah gadis di depannya hanyalah sebuah objek yang tiba-tiba berhenti berfungsi. Tidak ada ledakan amarah, tidak ada bentakan.Namun, perubahan atmosfer di ruangan itu begitu nyata hingga bulu kuduk Helena meremang. Arthur perlahan melepaskan lengan Helena, membiarkannya berdiri bebas, namun jarak yang tercipta justru terasa lebih menyakitkan daripada cengkeraman sebelumnya.“Begitu,” ucap Arthur singkat. Suaranya datar, tanpa emosi sama sekali.Ia kembali duduk di kursi kebesarannya, meraih sebuah pena bulu, dan mulai menulis di atas perkamen seolah Helena tidak lagi berada di sana. “Keluar, Helena.”“Tuan Duke, saya—”“Keluar,” potong Arthur
Read more