Cahaya matahari pagi menyusup masuk melalui celah gorden, menyinari kekacauan di atas ranjang megah Sang Duke. Helena terbangun dengan rasa perih yang menjalar di seluruh tubuhnya.Saat ia duduk dan menarik selimut untuk menutupi dadanya, matanya tertuju pada noda merah pekat yang mengering di atas sprei linen putih yang mahal.Darah itu berasal dari luka Arthur yang terbuka semalam, namun anehnya, pria yang berbaring di sampingnya tidak tampak seperti seseorang yang sedang sekarat.Arthur sudah terbangun. Ia duduk bersandar di kepala ranjang dengan dada bidang yang hanya dibalut perban baru, yang tampaknya ia pasang sendiri dengan sisa tenaga semalam. Wajahnya tidak lagi sepucat kemarin.Garis rahangnya tampak lebih tegas, dan sorot matanya kembali tajam serta jernih. Ada vitalitas yang ganjil terpancar dari sosoknya, seolah-olah hubungan liar yang mereka lalui justru menjadi obat yang lebih manjur daripada racikan herbal mana pun.“Berdiri dan berpakaianlah, Helena,” ucap Arthur dat
Read more