Uap panas mengepul dari wastafel besar di sudut dapur Kastil Grosvenor, menyamarkan butiran air mata yang jatuh ke dalam rendaman sabun.Helena berdiri kaku di sana, dengan tangannya yang memerah karena air panas terus menggosok gelas kristal yang sama selama beberapa menit.Di sekelilingnya, hiruk-pikuk pelayan dapur menyiapkan makan malam menciptakan kebisingan yang memekakkan telinga, denting alat makan, bentakan koki, dan langkah kaki yang terburu-buru. Namun, bagi Helena, dunia seolah mendadak hening.Bella, yang sejak tadi mengamati dari meja pemotongan sayur, mendekat dengan raut cemas. Dia meletakkan pisau dapur dan berdiri di samping Helena, pura-pura memeriksa tumpukan piring bersih.“Helena, cukup. Gelas itu bisa retak kalau kau gosok terus,” bisik Bella, mencoba menarik perhatian sahabatnya. “Wajahmu pucat sekali. Apa yang terjadi di ruang kerja tadi? Aku melihat Selene keluar seperti singa yang siap menerkam.”Helena tidak menjawab. Dia hanya menatap kosong ke arah pantul
Read more